Kebersihan area masak menjadi fondasi keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis. Secara khusus, alur pembersihan area masak yang sistematis mencegah kontaminasi silang dan pertumbuhan bakteri patogen. Dengan demikian, prosedur yang terstandar memastikan setiap sudut dapur produksi, termasuk area penyimpanan pada solid rack, mendapat perhatian pembersihan yang memadai.
Persiapan Sebelum Pembersihan
Pertama-tama, cleaning staff memastikan semua peralatan listrik telah dimatikan dan dilepas dari sumber daya melalui pre-cleaning checklist. Selanjutnya, mereka memindahkan bahan makanan dan alat masak ke area penyimpanan sementara yang aman. Untuk keamanan, cleaning staff mengenakan personal protective equipment (PPE) seperti sarung tangan karet, apron, dan sepatu boot. Selanjutnya, tim menyiapkan cleaning supplies termasuk deterjen, sanitizer, sikat, kain microfiber, dan spray bottle.
Tahap Pre-Rinse dan Scraping
Pertama, cleaning staff membuang sisa makanan besar pada permukaan dan peralatan ke trash bin menggunakan spatula atau scraper. Kemudian, mereka melakukan pre-rinsing dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran longgar sebelum aplikasi deterjen. Dalam tahap ini, staf menggunakan tekanan air sedang untuk menghindari splashing yang menyebarkan kontaminan.
Selanjutnya, tim memperlakukan area yang sangat berminyak atau berkerak dengan degreaser spray selama 5-10 menit. Untuk efisiensi, mereka membiarkan chemical bekerja melarutkan lemak sebelum scrubbing. Pada saat yang sama, staf membersihkan floor drain dari food debris yang dapat menyumbat aliran air.
Proses Washing dengan Deterjen
Pertama, cleaning staff memulai aplikasi deterjen food-safe dari area atas ke bawah mengikuti prinsip gravitasi. Dalam proses ini, mereka melakukan scrubbing menggunakan sikat berbulu keras untuk permukaan kasar dan sponge untuk area halus. Secara khusus, tim memberikan fokus ekstra pada sudut, sambungan, dan celah yang sering terlewat.
Lebih lanjut, staf membongkar komponen peralatan besar untuk pembersihan individual yang menyeluruh. Sebagai metode, tim menerapkan three-compartment sink untuk mencuci, membilas, dan mensanitasi peralatan kecil.
Rinsing dan Penghilangan Residu
Pertama, cleaning staff membilas dengan air bersih mengalir hingga tidak ada busa atau residu deterjen tersisa. Untuk verifikasi, mereka melakukan pemeriksaan visual dan tactile untuk memastikan permukaan benar-benar bersih tanpa lengket.
Selanjutnya, staf menggunakan air bilasan terakhir dengan suhu ruangan untuk menghindari thermal shock pada permukaan. Kemudian, mereka mengalirkan semua air yang terperangkap dalam celah atau sudut peralatan. Sebagai tahap akhir, tim menggunakan wiper blade atau squeegee untuk mengeringkan lantai ke arah floor drain.
Aplikasi Sanitizer dan Disinfeksi
Pertama, cleaning staff menyemprotkan sanitizer berbasis chlorine 100-200 ppm atau quaternary ammonium merata pada semua permukaan. Untuk efektivitas, mereka harus memenuhi contact time minimal 30 detik untuk chlorine dan 60 detik untuk quat compound. Penting untuk diingat, jangan bilas sanitizer karena residu yang tersisa memberikan perlindungan antimikroba berkelanjutan.
Kemudian, tim menggunakan udara kering untuk proses pengeringan alami atau blower untuk mempercepat. Sebelum melanjutkan, pastikan area benar-benar kering sebelum menyimpan kembali peralatan atau memulai produksi.
Verifikasi dan Dokumentasi Kebersihan
Pertama, supervisor melakukan visual inspection menggunakan checklist untuk memverifikasi semua area telah dibersihkan. Untuk pengukuran objektif, tim menggunakan ATP (Adenosine Triphosphate) meter untuk mengukur level kontaminasi organik secara kuantitatif. Sebagai standar, reading di bawah 100 RLU (Relative Light Units) mengindikasikan kebersihan yang acceptable.
Sementara itu, petugas mengisi cleaning log dengan detail waktu, area yang dibersihkan, chemical yang digunakan, dan nama petugas. Sebagai bukti, tim melampirkan photo documentation untuk area yang sulit atau area with special attention dalam record.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, alur pembersihan area masak yang terstruktur menjamin lingkungan produksi yang higienis untuk program MBG. Dengan demikian, implementasi protokol step-by-step dari pre-cleaning hingga verifikasi menciptakan barrier efektif terhadap kontaminasi pangan. Pada akhirnya, konsistensi dalam menjalankan prosedur cleaning dan komitmen seluruh tim akan menghasilkan makanan bergizi yang tidak hanya lezat tetapi juga aman dikonsumsi oleh anak-anak Indonesia. Pendekatan ini sekaligus memperkuat disiplin kerja, meningkatkan kepatuhan SOP, menurunkan risiko kejadian keamanan pangan, serta mendukung keberlanjutan operasional dapur MBG secara nasional berjangka panjang konsisten dan terstandarisasi penuh.
