Cara fermentasi jerami basah adalah metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas nutrisi jerami yang masih memiliki kadar air tinggi. Proses ini mengubah jerami basah yang biasanya cepat membusuk menjadi pakan ternak yang lebih awet, lembut, dan mudah dicerna. Dengan fermentasi, peternak dapat memanfaatkan limbah pertanian secara optimal, terutama saat musim panen padi, ketika jerami melimpah dan sering terbuang percuma.
Selama proses fermentasi, mikroba aktif memecah serat kasar pada jerami basah dan meningkatkan kandungan gizinya, sehingga peternak memperoleh jerami hasil fermentasi dengan kadar protein lebih tinggi. Cara fermentasi jerami sistem terbuka memungkinkan proses ini berlangsung secara alami tanpa peralatan rumit, namun tetap menghasilkan pakan bernutrisi tinggi.
Manfaat Cara Fermentasi Jerami Basah
Fermentasi jerami basah memberikan berbagai keuntungan yang sangat menguntungkan bagi peternak:
-
Meningkatkan kandungan nutrisi pakan, Fermentasi membantu meningkatkan kadar protein dan energi, sehingga pakan menjadi lebih bergizi.
-
Menghemat biaya pakan, Jerami basah yang melimpah setelah panen dan peternak dapat menanfaatkan langsung tanpa perlu mengeringkan terlebih dahulu.
-
Meningkatkan palatabilitas (selera makan) ternak, Aroma hasil fermentasi yang khas membuat ternak lebih lahap.
-
Mengawetkan jerami lebih lama, Proses fermentasi mencegah pembusukan.
-
Ramah lingkungan, Mengurangi pembakaran jerami di lahan pertanian dan memanfaatkan limbah menjadi bahan bermanfaat.
Langkah-Langkah Cara Fermentasi Jerami Basah
Fermentasi Jerami Basah dengan EM4 dan Molase
Metode ini termasuk yang paling mudah karena tidak memerlukan peralatan rumit dan hasilnya cukup stabil.
Bahan dan alat yang dibutuhkan:
-
1 ton jerami basah (baru dipanen, tidak berjamur)
-
2 liter EM4 (probiotik pengurai bahan organik)
-
3 liter molase atau tetes tebu
-
20–30 liter air bersih
-
Plastik tebal atau drum fermentasi
-
Pemberat (batu, karung pasir, atau beban kayu)
Cara membuat:
-
Potong jerami basah menjadi ukuran sekitar 10–15 cm agar proses fermentasi merata.
-
Larutkan EM4 dan molase ke dalam air bersih, aduk hingga tercampur rata.
-
Susun jerami secara bertahap dalam wadah (drum atau plastik besar).
-
Siram setiap lapisan jerami dengan larutan EM4 dan molase hingga jerami terasa lembap, tidak terlalu basah.
-
Padatkan jerami dengan menekannya agar udara keluar, lalu tutup rapat wadah fermentasi.
-
Peternak mendiamkan jerami selama 2–3 minggu di tempat teduh dan kering.
Setelah menyelesaikan proses fermentasi, peternak melihat jerami berubah warna menjadi kuning kecokelatan, mencium aroma segar seperti tape, dan merasakan teksturnya yang lembut saat meremas. Peternak kemudian memberikan pakan tersebut kepada ternak.
Fermentasi Jerami Basah dengan Urea dan Probiotik
Alternatif lain untuk meningkatkan protein pada jerami basah adalah menambahkan urea dalam jumlah kecil bersama probiotik.
Bahan yang dibutuhkan:
-
1 ton jerami basah
-
4 kg urea
-
2 liter EM4 atau probiotik lain
-
Air bersih secukupnya
-
Plastik tebal untuk penutup
Tahapan fermentasi:
-
Cacah jerami, lalu tebarkan dalam lapisan setebal 20 cm.
-
Larutkan urea dan EM4 ke dalam air, lalu siramkan secara merata di setiap lapisan jerami.
-
Padatkan dan tutup rapat agar tidak ada udara yang masuk.
-
Fermentasikan selama 21 hari.
Ciri jerami basah yang baik adalah warna cokelat kekuningan, tekstur lembut, dan tidak berbau busuk. Bila beraroma asam segar, artinya proses fermentasi berhasil.
Tips Sukses
Agar hasil fermentasi maksimal, perhatikan beberapa hal berikut:
-
Gunakan jerami segar yang belum tercampur tanah atau lumpur.
-
Jangan menambahkan air berlebihan karena jerami basah sudah memiliki kadar air tinggi.
-
Pastikan wadah tertutup rapat dan tidak bocor agar proses anaerobik berjalan sempurna.
-
Simpan di tempat teduh dan tidak terkena hujan langsung.
-
Catat tanggal fermentasi untuk mengetahui lama proses.
Kesimpulan
Cara fermentasi jerami basah merupakan solusi efektif untuk mengolah jerami segar menjadi pakan ternak bernutrisi tinggi. Proses ini membantu peternak meningkatkan efisiensi pakan, mengurangi limbah pertanian, serta menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun.
Dengan menggunakan bahan sederhana seperti EM4, molase, dan urea, peternak menghasilkan pakan fermentasi yang tahan lama, dan memiliki kandungan gizi lebih baik. Melalui penerapan cara fermentasi jerami basah yang benar, peternak dapat mendukung produktivitas ternaknya sekaligus berkontribusi terhadap pertanian berkelanjutan.
