Program Makan Bergizi Gratis menjadikan sanitasi pangan sebagai prioritas utama untuk menjamin keamanan makanan anak-anak Indonesia. Program ini menerapkan protokol hygiene ketat sesuai regulasi BPOM dan standar internasional. Setiap fasilitas produksi harus memenuhi kriteria sanitasi yang komprehensif.
Personal Hygiene untuk Staff Produksi
Kebersihan personal menjadi garis pertahanan pertama terhadap kontaminasi pangan. Manajemen mewajibkan seluruh staf produksi mencuci tangan menggunakan sabun antibakteri minimal 20 detik sebelum memasuki area kerja, setelah menggunakan toilet, serta setelah menangani bahan mentah. Selain itu, staf mengenakan seragam kerja bersih, hair net, masker, dan sarung tangan sekali pakai sebagai standar higienitas yang harus dipatuhi.
Manajemen secara tegas melarang penggunaan perhiasan, jam tangan, maupun aksesoris lainnya karena berpotensi menjadi sumber mikroorganisme. Lebih lanjut, fasilitas menyediakan area khusus untuk ganti pakaian dan loker penyimpanan barang pribadi guna meminimalkan risiko kontaminasi tidak langsung.
Protokol Kesehatan Pekerja Pangan
Aspek kesehatan pekerja memiliki korelasi langsung dengan keamanan pangan. Tim HR dan quality assurance melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk skrining penyakit menular, guna memastikan kelayakan kerja di area produksi. Manajemen mewajibkan karyawan yang menunjukkan gejala penyakit, terutama yang berpotensi menular melalui pangan, untuk melapor dan melarang mereka memasuki area produksi.
Sanitasi Fasilitas dan Equipment Produksi
Checklist Sanitasi Harian:
- Cleaning Surfaces: Staff membersihkan semua permukaan kerja dengan disinfektan food-grade setiap 4 jam
- Equipment Washing: Tim mencuci peralatan dengan three-sink system (wash, rinse, sanitize)
- Floor Sanitation: Petugas membersihkan lantai dengan scrubbing dan disinfeksi setiap shift
- Pest Control: Manajemen melakukan inspeksi hama mingguan dan fumigasi berkala
Supervisor memastikan semua peralatan masak dalam kondisi bersih sebelum digunakan. Lebih lanjut, tim maintenance melakukan deep cleaning equipment setiap minggu untuk mencegah build-up kotoran. Oleh karena itu, protokol sanitasi preventif menjaga standar kebersihan tinggi.
Pengelolaan Bahan Baku dan Storage Hygiene
Pengendalian sanitasi dimulai sejak tahap penerimaan bahan baku. Tim receiving melakukan inspeksi visual, pengecekan suhu, serta verifikasi kondisi kemasan saat bahan tiba dari pemasok.Tim menyimpan bahan yang lolos inspeksi sesuai klasifikasi, baik di ruang kering, chiller, maupun freezer, dengan menerapkan pengendalian suhu yang ketat.
Pemisahan Area dan Cross Contamination Control
Untuk meminimalkan risiko kontaminasi silang, fasilitas produksi MBG menerapkan pemisahan zona secara fisik antara bahan mentah dan makanan matang. Sistem color coding pada peralatan seperti pisau dan talenan membantu staf mengidentifikasi penggunaan yang tepat sesuai jenis bahan.
Water Quality dan Waste Management
Sistem water treatment memastikan air produksi memenuhi standar potable water untuk konsumsi. Selanjutnya, tim lab melakukan testing kualitas air setiap minggu untuk parameter mikrobiologi dan kimia. Sementara itu, tim mengelola pembuangan limbah cair sesuai regulasi lingkungan dengan menerapkan treatment yang tepat.
Sanitasi Sistem Pembuangan Limbah
Staff memisahkan sampah organik dan anorganik dalam bin tertutup dengan pedal untuk menghindari kontak tangan. Kemudian, petugas melakukan disposal waste minimal dua kali per shift untuk mencegah akumulasi. Oleh karena itu, waste management yang baik mendukung sanitasi lingkungan produksi.
Kesimpulan
Persyaratan sanitasi pangan MBG yang komprehensif menjamin keamanan makanan dari kontaminasi biologis, kimia, dan fisik. Dengan demikian, penerapan hygiene protocol ketat di setiap tahapan produksi melindungi kesehatan anak-anak Indonesia. Monitoring berkelanjutan dan training staff memastikan standar sanitasi terjaga konsisten setiap hari.
Manajemen memperkuat pengawasan, meningkatkan kepatuhan, mengintegrasikan audit rutin, memanfaatkan data inspeksi, memperbaiki fasilitas, melatih pekerja secara berkelanjutan, dan menindaklanjuti temuan untuk menjaga keamanan pangan nasional berstandar tinggi secara konsisten terukur berkelanjutan,
